Home

Minggu, 03 April 2011

BESARAN, PENGUKURAN, dan ANGKA PENTING


A. BESARAN dan SATUAN
Besaran adalah sesuatu yang memiliki besar (nilai) dan dapat diukur serta hasilnya dinyatakan dengan angka-angka. Besaran terbagi menjadi 2, yaitu :

  1. Besaran Pokok yaitu besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu. kelompok besaran pokok tersebut disajikan sebagai berikut :

  2. Besaran Turunan yaitu besaran yang diturunkan daru satu atau lebih besaran pokok. contoh besaran tersebut antara lain, yaitu : Luas, Kecepatan, Berat, Volume, Massa jenis, gaya, daya, dan energi.

B. PENGUKURAN PANJANG
1.Jangka Sorong
Jangka sorong mempunyai batas ukur 10 cm dengan ketelitian 0,1 mm. Jangka sorong memiliki 2 bagian penting, yaitu :

  • rahang tetap, pada bagian ini terdapat skala utama
  • rahang sorong, terdapat skala 10 bagian yang dinamakan skala nonius/vernier.
2.Mikrometer sekrup
Mikrometer sekrup memiliki dua macam skala yaitu skala utama (tetap) dan skala nonius (skala putar. Skala nonius terdiri dari 50 skala ketelitian mikrometer sekrup 0,01 mm.

3.Angka Penting
Angka penting ada lah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran. Angka penting terdiri dari angka pasti dan angka taksiran (angka yang diragukan). Adapun ketentuan mengenai angka penting :
a. Semua angka bukan nol merupakan angka penting
b. Angka nol yang terletaj di antara angka bukan nol merupakan angka penting
c. Angka nol di sebelah kanan bukan angka nol termasuk angka penting
d. Angka nol yang hanya terletak di sebelah kiri angka bukan nol, baik yang terletak di sebelah kanan koma desimal, bukan angka penting.


Aturan operasi hitung angka penting
  1. Pada operasi perkalian dan pembagian bilangan akan menghasilkan bilangan dengan angka penting yang sama banyaknya dengan bilangan yang mempunyai angka penting paling sedikit
  2. Hasil operasi penjumlahan atau pengurangan hanya boleh mengandung satu angka taksiran. Angka taksiran adalah angka terakhir dari suatu bilangan.

Di Post oleh : Tuti Alawiyah
Buku : Fisika,

Tidak ada komentar: